Banyak hal di luar rumah yang ditakutkan orang tua terjadi pada anak-anaknya, semisal narkoba dan pergaulan bebas. Berbagai kejadian inilah yang kadang membuat orang tua tak membolehkan anak keluar rumah atau tidak boleh bergaul.
Untuk anak usia pre-school atau taman kanak-kanak, pendampingan secara fisik cocok dan aman untuk dilakukan. Paling tidak orang tua atau pengasuh harus sering-sering menengoknya untuk memastikan tak ada bahaya, lebih baik bila orang tua memilihkan teman yang sebaya seusianya.
Untuk anak sekolah dasar, sedikit demi sedikit, tinggalkan campur tangan dan kehadiran secara fisik selama mereka bermain. Mulailah berikan kepercayaan kepadanya, walau orang tua masih tetap boleh memilihkan teman untuk anaknya, pengawasan tetap kita jalankan.
Bekal anak hadapi pergaulan yaitu:
1. Hubungan yang hangat. Sebelum melepaskan anak bergaul, ciptakan hubungan yang hangat antara orang tua dan anak. Orang tua harus memenuhi cinta dan kasih sayang sejak pertama ia dilahirkan, ciptakan komunikasi hangat agar anak dapat mengungkapkan isi hati, aneka masalah.
2. Pengenalan resolusi konflik (memecahkan masalah). Misal ketika anak berebut mainan ajaklah berdialog “Coba deh bayangin kalau kamu mau main mobil-mobilan tapi temanmu tidak mau memberikan, bagaimana perasaanmu?”
3. Informasi yang benar. Jangan membeberkan hal-hal yang baik saja, segala hal yang buruk pun perlu diinformasikan. Ajari mereka bagaimana menghadapi hal-hal buruk. Misalnya, ajari mereka cara menolak bila ada teman yang menawarkan narkoba dll.
4. Etika pergaulan; empati. Jangan hanya membawa anak jalan-jalan ke mall atau tempat rekreasi mewah. Ajaklah mereka ke tempat orang-orang tak punya, ke perkampungan kumuh dsb. Dengan empati, anak tak akan melakukan tindakan yang merugikan orang lain, karena itu menyakitkan.
5. Ajaran Islam yang aplikatif. Ajaran Islam harus diterapkan dalam keseharian. Orang tua dan sekolah harus mencontohkan aplikasi nilai Islam dari cara bangun tidur, makan, belajar, bertingkah laku sampai tidur lagi. Dengan demikian kemanapun ia melangkah untuk bergaul, Islam menjadi filter bagi anak.
6. Kepercayaan. Kepercayaan membuat anak merasa dihargai dan amanah itu harus dipertanggungjawabkan kepada orang tua.
7. Doa. Selama kita telah berupaya optimal membekali anak bergaul, sekarang tinggal yakinkan diri bahwa Allah juga menjaga mereka. Hingga kemudian kita tak akan cemas berlebihan. (Tr)
MELEPAS ANAK BERGAUL
Mei 13, 2009MANFAAT LAIN DARI BERPELUKAN
Mei 7, 2009Untuk bertahan hidup, kita membutuhkan 4 pelukan sehari. Untuk kesehatan, kita butuh 8 pelukan perhari. Untuk pertumbuhan, awet muda, kebahagiaan, kita perlu 12 pelukan perhari,” kata Virginia Satir, terapis keluarga. Mungkin, Anda sedikit heran, benarkah pelukan memiliki kekuatan yang begitu hebat, hingga bisa membuat sehat, panjang umur, dan awet muda? Kapan terakhir kali Anda memeluk seseorang atau seseorang memeluk Anda? Jika jawabannya jarang atau bahkan tidak pernah sama sekali, coba ingat-ingat, apa yang belakangan ini Anda rasakan? Bisa jadi Anda sering sakit-sakitan, depresi, stres, sakit kepala, dan emosional. Berbagai penelitian menunjukkan terapi pelukan bisa menyembuhkan penyakit fisi dan psikis. Bisa mengatasi stres, depresi dan lain-lain. Orang yang dipeluk, ataupun memeluk, merasakan adanya kekuatan cinta yang mengelilingi mereka. Kekuatan ini yang membuat kekebalan tubuh kita semakin meningkat.
Pelukan Damai
Saat berpelukan, tubuh melepaskan oxytocin , hormon yang berhubungan dengan perasaan damai dan cinta. Hormon oxytocin ini membuat jantung dan pikiran sehat. Hormon oxytocin ini baru bisa keluar jika manusia memiliki kehidupan sehat & merasa damai dan tentram. Terapi pelukan hampir sama dengan terapi jalan kaki. Terapi pelukan meningkatkan keseimbangan tubuh, kesehatan, dan mengurangi tingkat stres, khususnya para profesional muda yang bekerja di kota metropolitan. Pelukan bukan berarti Anda harus mencari suami atau kekasih untuk melakukan hal ini. Pelukan dapat dilakukan pada siapa saja dengan penuh kasih dan damai. Tentu saja pelukan ini bukan berkonotasi negatif apalagi mengikutsertakan gairah. Pelukan ini juga bukan ‘pelukan sosial’, seperti berjabat tangan, mencium pipi kiri dan kanan, seperti yang dilakukan oleh budaya masyarakat beberapa negara pada saat pesta atau pertama kali bertemu. Pelukan yang dimaksud adalah pelukan saling menyentuh, tubuh dengan tubuh saling mengikat dan menyentuh. Ketika saling berpelukan, akan terasa perasaan nyaman dan damai. Di Indonesia juga beberapa negara lainnya berpelukan hanya dilakukan pada pasangan suami istri, saudara, orang tua ke anaknya. Di Amerika sebuah lembaga ada yang mengkoordinir untuk mengadakan Free Hug di jalanan. Jangan kaget jika suatu hari, saat Anda berkunjung ke Amerika dan Eropa, melihat beberapa orang dengan papan besar di dada, bertuliskan Free Hug. Mereka adalah para relawan yang memberikan terapi pelukan pada setiap orang yang membutuhkan.
Anak Tumbuh Sehat
“Tapi, kita harus ingat. Walau sekadar jabat tangan dan menyentuh pipi dengan pipi, ini juga ada manfaatnya. Ada rasa kehangatan ketika kita saling berjabat tangan. Namun bila ini dilakukan lebih dari ini, yaitu dengan pelukan erat, tentu lebih bermanfaat, unsur terapinya lebih tinggi,” ujar Dr. Bhagat, salah satu doktor yang meneliti pengaruh pelukan di India. Diharapkan masyarakat mengerti akan manfaat sentuhan dan pelukan. Sehingga pasangan suami istri, semakin sering berpelukan dan bersentuhan. Juga makin sering memeluk anak-anaknya. Seluruh bagian di kulit kita memiliki organ perasa. Dari ujung kaki hingga kepala adalah area yang sensitif bila disentuh. Bahkan ketika bayi masih di dalam kandungan walau dilindungi air ketuban, ia sangat menyukai sentuhan kasih sayang dari ke dua orang tuanya. Jika sering disentuh, bayi dalam kandungan akan tumbuh menjadi bayi yang sehat dengan pertumbuhan yang bagus. Selain itu secara psikis bayi akan tumbuh menjadi seorang yang penyayang.
Anak-anak yang sering disentuh, dibelai dan dipeluk oleh orang tuanya juga akan tumbuh menjadi anak yang sehat. Mereka akan merasa nyaman dan memiliki kepercayaan diri. Pertumbuhan dan kesehatan pun lebih bagus dibanding dengan anak-anak yang jarang disentuh, dibelai dan dipeluk. Pada orang tua pun, sentuhan dan pelukan sangat berarti. Apalagi pada saat kehilangan seseorang, depresi, stres. Dengan berpelukan, orang dewasa merasa ada orang yang memperhatikan, ada orang yang mencintainya, membutuhkannya. Seluruh kulit kita, sangat peka dengan pelukan, dan sangat membutuhkan sentuhan hangat dan erat.
Ayo tunggu apalagi… selamat mencoba (dikutip dari: ulfamaryon, by: szn)
Ditulis oleh lpksakinah